
Setiap kali Anda menautkan satu halaman ke halaman lain, ada dua hal yang terjadi secara bersamaan: sebuah link tercipta, dan kata-kata yang Anda pilih sebagai teks tautan tersebut menyampaikan informasi ke Google tentang halaman yang dituju. Kata-kata itulah yang disebut anchor text.
Di permukaan, anchor text terlihat seperti detail kecil. Dalam konteks link building dan SEO, ia adalah salah satu variabel yang paling bisa Anda kendalikan dan sekaligus paling mudah disalahgunakan.
TL;DR
Anchor text adalah teks yang bisa diklik dalam sebuah hyperlink, yang memberi konteks kepada pengguna dan mesin pencari tentang isi halaman tujuan. Ada tujuh jenis yang umum digunakan: exact match, partial match, branded, naked URL, generic, LSI/related, dan image anchor. Untuk profil backlink yang aman, porsi exact match sebaiknya tidak melebihi 1-5% dari total tautan, sementara branded dan variasi lainnya mendominasi sisanya.
Apa Itu Anchor Text dan Bagaimana Cara Kerjanya

Secara teknis, anchor text adalah teks yang ditempatkan di antara tag HTML <a href="url"> dan </a>. Bagi pengguna, ia muncul sebagai teks berwarna yang bisa diklik. Bagi Google, ia adalah label yang menjelaskan isi halaman tujuan.
Bayangkan seseorang menulis artikel tentang SEO dan menyisipkan tautan dengan teks “cara kerja algoritma Google”. Google membaca teks itu dan menyimpulkan bahwa halaman yang dituju membahas topik tersebut. Inilah yang membuat anchor text menjadi salah satu ranking signal yang signifikan dalam SEO.
Ada dua konteks penggunaan anchor text. Pertama, pada internal link, yaitu tautan antar halaman di dalam satu situs. Kedua, pada backlink, yaitu tautan dari situs lain yang mengarah ke situs Anda. Keduanya mempengaruhi SEO, tapi dengan bobot dan strategi yang sedikit berbeda. Cara kerja backlink secara keseluruhan, termasuk mengapa Google menghargai tautan dari situs lain, dibahas lebih lengkap di artikel apa itu backlink.
7 Jenis Anchor Text yang Perlu Anda Kenali

Memahami jenis-jenis anchor text adalah langkah awal sebelum menyusun strategi link building. Setiap jenis punya karakteristik berbeda dan membawa dampak yang berbeda pula terhadap profil backlink Anda.
| Jenis | Contoh | Catatan |
|---|---|---|
| Exact match | “anchor text adalah” | Kuat untuk SEO, tapi berisiko jika terlalu dominan |
| Partial match | “cara optimasi anchor text” | Lebih aman, tetap relevan dengan keyword |
| Branded | “BackModo”, Ahrefs” | Pilihan paling aman, memperkuat otoritas merek |
| Naked URL | “https://backmodo.com” | Terlihat alami, sering muncul dari kutipan organik |
| Generic | “klik di sini”, “baca selengkapnya” | Tidak memberi konteks, gunakan secukupnya saja |
| LSI/Related | “teks tautan SEO”, “optimasi hyperlink” | Memperkuat relevansi tanpa memaksakan keyword |
| Image anchor | Alt text dari gambar yang dijadikan link | Pastikan alt text deskriptif dan relevan |
Di antara ketujuh jenis ini, exact match adalah yang paling sering disalahgunakan. Menggunakannya secara berlebihan untuk backlink eksternal akan membuat profil link Anda terlihat tidak alami di mata Google, terutama setelah pembaruan algoritma Penguin yang kini berjalan secara real-time sebagai bagian dari algoritma inti Google.
Distribusi Anchor Text yang Aman untuk Backlink

Google tidak pernah merilis angka resmi tentang rasio ideal setiap jenis anchor text. Namun dari analisis profil backlink situs-situs yang mendominasi halaman pertama, beberapa pola konsisten muncul.
Berdasarkan analisis profil backlink yang dilakukan SEO Sherpa, situs dengan profil tautan yang sehat umumnya memiliki 50-70% anchor text dalam kategori “lainnya”, yang mencakup gabungan branded, naked URL, dan generic. Tidak ada satu pun frasa non-brand yang mendominasi lebih dari 1% dari total profil link.
Sebagai panduan kasar yang bisa dijadikan titik awal:
- Branded + naked URL + generic: 60-80% dari total profil link
- Partial match + LSI: 15-30%
- Exact match: maksimal 1-5%, dan angka ini berlaku per halaman, bukan per domain
Satu catatan yang sering diabaikan: distribusi ini dihitung per halaman, bukan per domain. Artinya, rasio anchor text yang menuju halaman produk Anda dihitung terpisah dari yang menuju halaman blog atau homepage. Jika Anda ingin merangking satu halaman untuk keyword tertentu, perhatikan distribusi anchor text yang menuju halaman itu secara spesifik.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah konteks di sekitar tautan, bukan hanya teks tautan itu sendiri. Menurut SE Ranking, Google kini juga membaca kata-kata di sekitar sebuah link untuk memahami konteks tautan tersebut. Artinya, kalimat yang membingkai anchor text Anda turut mempengaruhi sinyal yang diterima mesin pencari.
Jika Anda ingin mengontrol distribusi anchor text secara penuh tanpa bergantung pada keputusan pihak lain, jasa PBN adalah salah satu cara paling efektif untuk melakukannya. Dengan memiliki kendali atas sumber tautan, Anda bisa menentukan jenis anchor mana yang perlu ditambahkan agar profil link halaman target terlihat alami dan seimbang.
Cara Memilih Anchor Text yang Tepat

Strategi pemilihan anchor text berbeda tergantung apakah Anda sedang mengoptimasi internal link atau backlink eksternal.
Untuk Internal Link
Gunakan teks yang deskriptif dan mencerminkan topik halaman tujuan secara akurat. Hindari label generik seperti “klik di sini” atau “selengkapnya” karena tidak memberikan informasi kontekstual apa pun kepada Google. Setiap halaman penting di situs Anda sebaiknya mendapat variasi anchor text dari halaman-halaman lain yang menautkannya, bukan satu frasa yang berulang terus.
Untuk Backlink Eksternal
Untuk backlink dari situs lain, Anda ingin menggunakan kata kunci yang relevan, tapi dengan proporsi yang terkontrol. Salah satu cara yang efektif adalah pendekatan niche edit, di mana tautan disisipkan ke dalam konten yang sudah ada dengan anchor text yang terasa alami dalam konteks tulisan tersebut. Pendekatan ini menghasilkan backlink yang terlihat lebih organik karena muncul dalam artikel yang sudah memiliki konteks topik yang jelas.
Ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari saat menentukan anchor text untuk backlink eksternal: menggunakan frasa yang sama persis di setiap tautan yang menuju satu halaman, memilih teks yang tidak relevan dengan konten halaman tujuan, dan memaksakan exact match keyword di sebagian besar backlink yang dibangun. Variasi adalah kuncinya.
Anchor Text dan Kendali Penuh atas Profil Backlink
Kualitas domain yang digunakan sebagai sumber backlink juga berpengaruh langsung pada bobot anchor text yang dikirimkan. Domain dengan otoritas yang sudah terbangun, seperti domain PAFI yang tersedia di BackModo, membawa link equity yang lebih solid. Artinya, setiap anchor text yang dipasang di domain semacam itu memberi dampak yang lebih signifikan dibandingkan dari domain baru tanpa rekam jejak.
Anchor text yang tepat dari sumber yang tepat adalah kombinasi yang bekerja paling efektif dalam link building. Memahami keduanya secara bersamaan, bukan masing-masing secara terpisah, adalah pendekatan yang akan memberi Anda hasil yang lebih konsisten.



