
Pernah bertanya-tanya kenapa website kompetitor bisa nangkring di halaman pertama Google, sementara websitemu yang sudah punya konten bagus malah tenggelam di halaman 5? Atau mungkin kamu sudah capek-capek bikin artikel berkualitas tapi tetap sepi pengunjung?
Salah satu faktor krusial yang sering diabaikan adalah backlink. Menurut Ahrefs.com, backlink adalah link pada suatu website yang mengarah ke website lain dan berperan penting dalam meningkatkan ranking di mesin pencari. Backlink ini berfungsi seperti “suara” yang memberi tahu Google bahwa kontenmu layak muncul di posisi teratas.
Data menunjukkan bahwa halaman yang ranking #1 di Google memiliki rata-rata 3,8 kali lebih banyak backlink dibanding halaman ranking #2-10. Lebih mencengangkan lagi, hampir 100% situs yang ranking di top 10 SERP memiliki lebih dari 100 unique domains yang link ke mereka. Bahkan 96,3% situs yang ranking di top 10 SERP memiliki lebih dari 1.000 unique domain backlinks.
Artikel ini akan membahas lengkap apa itu backlink, mengapa penting untuk SEO, jenis-jenis backlink, cara mendapatkan backlink berkualitas, hingga tools yang bisa kamu gunakan untuk analisis backlink.
Ringkasan (TL;DR)
Backlink adalah link dari website lain yang mengarah ke situsmu. Google menggunakan backlink untuk menilai kredibilitas dan otoritas website. Semakin banyak backlink berkualitas yang kamu dapat, semakin tinggi peluang ranking di halaman pertama. Ada dua jenis utama: dofollow (meneruskan otoritas) dan nofollow (tidak meneruskan otoritas). Kualitas backlink lebih penting daripada kuantitas.
Apa Itu Backlink?
Backlink adalah link dari suatu domain atau subdomain yang mengarah ke halaman web lain. Link ini berfungsi sebagai ‘suara’ atau rekomendasi dari website lain, yang memberi tahu Google bahwa kontenmu kredibel dan layak dijadikan referensi.
Berdasarkan Ahrefs.com, backlink adalah link pada suatu website yang mengarah ke website lain. Backlink juga sering disebut “inbound link” atau “incoming link” karena diletakkan dalam konten yang menerima atau memberikan rujukan ke website lain.
Untuk memahami lebih mudah, bayangkan backlink seperti rekomendasi teman saat kamu cari restoran enak di Jakarta. Semakin banyak teman yang bilang “wah, restoran A enak banget!”, semakin yakin kamu untuk cobain. Hal yang sama berlaku untuk backlink—semakin banyak website yang link ke situsmu, semakin Google percaya bahwa kontenmu berkualitas.
Backlink berbeda dengan hyperlink biasa. Hyperlink adalah link apa pun yang menghubungkan dua halaman web, baik dalam satu website (internal) maupun ke website lain (eksternal). Sementara backlink secara spesifik merujuk pada link eksternal dari website lain yang mengarah ke websitemu.
Contoh konkret dalam konteks Indonesia: ketika artikel di Kompas.com memberikan link ke artikel Detik.com sebagai sumber referensi, maka Detik.com mendapat satu backlink dari Kompas.com. Link tersebut memberi sinyal ke Google bahwa artikel Detik layak dijadikan rujukan.
Faktanya cukup mengejutkan—hanya 2,2% dari konten online yang mendapat backlink dari lebih dari satu website. Artinya, sekitar 94% dari konten online mendapatkan nol external links. Ini menunjukkan betapa berharganya setiap backlink yang kamu dapat.
Mengapa Backlink Penting untuk SEO?
Fungsi backlink untuk SEO tidak bisa dianggap remeh. Backlink adalah salah satu dari tiga faktor ranking terpenting di Google, bersama dengan konten berkualitas dan RankBrain. Tanpa backlink yang cukup, sangat sulit untuk bersaing di posisi teratas hasil pencarian.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa manfaat backlink sangat krusial untuk website:
Meningkatkan Ranking di Google
Google menggunakan backlink untuk menentukan relevansi dan otoritas website. Semakin banyak backlink berkualitas tinggi yang kamu dapat, semakin besar kemungkinan website naik ke posisi tinggi di SERP.
Backlink memberi sinyal kepada Google bahwa kontenmu berharga dan layak menjadi referensi. Website dengan profil backlink yang kuat cenderung mendominasi halaman pertama untuk keyword kompetitif.
Mendatangkan Traffic Organik
Selain membantu ranking SERP, backlink juga mendatangkan referral traffic langsung dari website yang memberikan link. Ketika seseorang membaca artikel di website lain dan mengklik link yang mengarah ke situsmu, kamu mendapat pengunjung baru yang sudah tertarget.
Backlink dari website dengan traffic tinggi seperti Kompas.com atau Detik.com bisa mendatangkan ratusan bahkan ribuan pengunjung setiap bulannya. Traffic organik ini biasanya punya engagement lebih tinggi karena datang dari rekomendasi yang relevan.
Membangun Otoritas dan Kredibilitas Website
Backlink membantu meningkatkan domain authority dan page authority websitemu. Contohnya, website Wikipedia Indonesia memiliki Domain Rating (DR) 92 dengan 109 juta backlink dan lebih dari 460 ribu domain eksternal yang mereferensikannya. Otoritas sebesar ini membuat hampir semua halaman Wikipedia bisa ranking dengan mudah.
Selain itu, backlink membantu search engine menemukan dan mengindeks konten baru lebih cepat. Ketika Google melakukan crawling pada website yang punya backlink ke situsmu, mereka akan menemukan dan mengindeks halamanmu dalam waktu lebih singkat.
Data menunjukkan bahwa 93,8% marketer percaya kualitas backlink lebih penting daripada kuantitas. Dalam tahun 2024, marketer membangun 68% backlink melalui content marketing, yang membuktikan pentingnya strategi konten dalam mendapatkan backlink natural.
Jenis-Jenis Backlink
Memahami jenis backlink adalah kunci untuk membangun strategi link building yang efektif. Tidak semua backlink memberikan dampak yang sama—ada yang sangat berharga untuk SEO, ada juga yang justru bisa merugikan websitemu.
Dofollow vs Nofollow: Apa Bedanya?
Backlink Dofollow
Dofollow backlink adalah tautan yang tidak memiliki atribut “nofollow” dan memberikan bobot SEO positif. Link ini mentransfer authority atau link equity dari website asal ke website tujuan, sehingga sangat berharga untuk meningkatkan ranking.
Contoh kode HTML dofollow backlink:
<a href="https://contoh.com">teks anchor</a>
Sebagian besar backlink natural yang kamu dapat dari website lain adalah dofollow secara default. Inilah jenis backlink yang paling diincar dalam strategi link building karena langsung memberi dampak positif untuk SEO.
Backlink Nofollow
Nofollow backlink menggunakan tag rel=”nofollow” yang tidak mentransfer authority ke website tujuan. Meski tidak memberi dampak SEO langsung, nofollow backlink tetap bisa mendatangkan traffic dan meningkatkan brand awareness.
Contoh kode HTML nofollow backlink:
<a href="https://contoh.com" rel="nofollow">teks anchor</a>
Nofollow sebaiknya digunakan untuk tautan sponsor, iklan berbayar, atau tautan yang tidak relevan. Google merekomendasikan penggunaan nofollow untuk link yang tidak dapat dijamin kualitasnya, seperti komentar blog atau user-generated content.
Internal dan External Backlink
Backlink eksternal adalah link dari domain lain yang mengarah ke websitemu. Ini adalah jenis backlink yang paling berdampak untuk SEO karena memberi sinyal otoritas dari luar.
Sementara internal link adalah link dari satu halaman ke halaman lain dalam website yang sama. Meski tidak disebut “backlink” dalam arti sebenarnya, internal linking tetap penting untuk SEO dan membantu Google memahami struktur website.
Backlink Natural vs Manual
Natural Backlink
Natural backlink adalah backlink yang didapat tanpa upaya khusus, murni karena kualitas konten. Contohnya, ketika blogger lain menemukan artikelmu bermanfaat dan secara sukarela link ke artikelmu sebagai referensi.
Natural backlink paling dihargai Google karena organik dan menunjukkan bahwa kontenmu memang berkualitas. Ini adalah jenis backlink yang paling sustainable dan aman untuk jangka panjang.
Manual Backlink
Manual backlink diperoleh melalui upaya aktif seperti guest posting, outreach email, atau strategi link building lainnya. Backlink ini tetap bernilai selama didapat dengan cara yang etis dan sesuai pedoman Google.
Backlink Contextual
Backlink contextual adalah link yang muncul dalam isi konten (body text), bukan di sidebar, footer, atau bio penulis. Google memberikan bobot lebih tinggi pada contextual backlink karena lebih natural dan relevan dengan topik yang dibahas.
Link yang muncul dalam artikel berkualitas dengan konteks yang relevan jauh lebih bernilai dibanding link yang sekadar diletakkan di footer website tanpa konteks jelas.
Jenis Backlink yang Harus Dihindari
Tidak semua backlink baik untuk websitemu. Berikut adalah jenis backlink yang harus dihindari karena bisa membahayakan ranking:
- Link Direktori Berkualitas Rendah: Backlink dari direktori yang tidak relevan atau spam tidak memberi nilai dan bahkan bisa merugikan reputasi website.
- Backlink Forum Berkualitas Rendah: Spam komentar di forum dengan link ke websitemu adalah praktik black hat SEO yang harus dihindari.
- Link dari Siaran Pers yang Tidak Layak Diberitakan: Press release yang dibuat hanya untuk mendapat backlink tanpa nilai berita sebenarnya.
Google semakin pintar mendeteksi praktik manipulatif, jadi fokus pada backlink berkualitas yang didapat secara natural atau melalui strategi white hat SEO.
Contoh Backlink dalam Praktik
Untuk memahami backlink lebih konkret, berikut adalah beberapa contoh backlink dalam praktik nyata yang sering dijumpai:
- Backlink Dalam Artikel Blog: Contohnya seperti Jasa PBN dari BackModo, yang bisa jadi solusi efektif untuk mempercepat ranking websitemu di Google.
- Backlink dari Review Produk: Backlink dari artikel blog adalah bentuk paling umum, misalnya artikel review produk yang link ke halaman resmi produk tersebut. Contohnya, review laptop yang link ke toko online penjual laptop atau website resmi brand.
- Liputan Media: Liputan media dari outlet terkenal seperti Detik.com atau Kompas.com menghasilkan backlink berkualitas tinggi yang sangat berharga untuk SEO dan kredibilitas brand.
- Guest Post: Blog tamu di situs bereputasi tinggi dengan link di bio penulis atau dalam konten adalah contoh backlink berkualitas yang didapat melalui strategi manual.
- Backlink dari Profile Bisnis: Google Business Profile, direktori bisnis lokal, atau platform listing seperti Tokopedia dan Bukalapak juga memberikan backlink yang berguna untuk SEO lokal.
- Backlink dari Media Sosial: Meskipun sebagian besar link dari platform media sosial seperti Instagram atau Twitter adalah nofollow, tetap bisa mendatangkan traffic referral dan brand awareness yang berharga.
Backlink berkualitas biasanya berasal dari website dengan otoritas tinggi, relevan dengan niche-mu, dan muncul dalam konteks editorial yang natural. Semakin berkualitas website yang memberikan backlink, semakin besar dampaknya untuk ranking websitemu di Google.
Cara Mendapatkan Backlink Berkualitas
Mendapatkan backlink berkualitas membutuhkan strategi yang tepat dan konsistensi. Berikut adalah cara-cara praktis yang bisa kamu terapkan untuk membangun backlink di tahun 2026:
1. Buat Konten Linkable Asset
Salah satu teknik paling efektif adalah membuat linkable asset seperti statistik original, laporan riset, studi kasus lengkap, infografis menarik, dan panduan comprehensive. Konten jenis ini cenderung mendapat backlink natural karena orang lain ingin merujuk data atau informasi berharga yang kamu sediakan.
Konten dengan judul yang dimulai dengan “What” atau “Why” mendapat 25,8% lebih banyak backlink dibanding format lain. Halaman dengan infografis mendapat 178% lebih banyak backlink dibanding halaman biasa.
Fokus pada membuat konten yang unik, data-driven, dan comprehensive. Contohnya: “Statistik E-commerce Indonesia 2026” atau “Panduan Lengkap Memulai Bisnis Online dari Nol”.
2. Strategi Guest Posting
Guest posting masih menjadi strategi paling ampuh untuk membangun backlink di 2026. Dengan menulis artikel berkualitas di website otoritatif di niche-mu, kamu bisa mendapat dofollow backlink yang natural dan berharga.
Google lebih menghargai backlink yang muncul natural dalam artikel berkualitas dibanding tautan paksa atau tidak relevan. Pilih website dengan Domain Authority tinggi dan relevan dengan industri atau topik websitemu.
Jangan hanya fokus pada link yang kamu dapat—pastikan artikelmu memberikan nilai nyata bagi pembaca website tersebut. Ini akan membuka peluang kolaborasi jangka panjang dan reputasi yang lebih baik.
3. Manfaatkan Broken Link Building
Broken link building adalah strategi di mana kamu mencari link yang rusak (404 error) di website lain, lalu menawarkan kontenmu sebagai pengganti. Ini win-win solution karena kamu membantu mereka memperbaiki masalah sambil mendapat backlink berkualitas.
Gunakan tools seperti Ahrefs atau SEMrush untuk riset website lain dan menemukan broken links di website kompetitor atau situs otoritatif di niche-mu. Lalu hubungi pemilik website dan tawarkan kontenmu sebagai alternatif yang lebih baik dan masih relevan.
4. Berpartisipasi di Komunitas Online Indonesia
Forum dan komunitas online Indonesia adalah tambang emas untuk networking dan backlink. Bergabunglah di forum Kaskus, grup Facebook di niche-mu, atau komunitas Reddit Indonesia yang relevan dengan industri.
Kontribusi dengan cara yang bermakna—jawab pertanyaan dengan detail, beri solusi yang actionable, dan hanya sertakan link ketika benar-benar relevan dan membantu. Jangan spam link karena bisa merusak reputasi dan bahkan mendapat banned dari komunitas.
5. Kolaborasi dengan Influencer dan Blogger Lokal
Membangun hubungan dengan influencer atau blogger di niche tertentu membuka peluang backlink lebih natural dan berkualitas. Tawarkan kolaborasi yang saling menguntungkan, seperti wawancara eksklusif, roundup article, atau co-marketing campaign.
Blogger lokal Indonesia yang sudah established biasanya memiliki website dengan otoritas bagus dan audiens yang engaged. Backlink dari mereka sangat berharga untuk SEO, referral traffic, dan brand awareness.
6. Tulis Testimoni dan Review
Jika kamu menggunakan produk atau layanan tertentu yang relevan dengan industri, tawarkan untuk menulis testimoni atau review lengkap. Banyak perusahaan dengan senang hati akan menampilkan testimoni di website mereka dengan link ke websitemu sebagai sumber kredibilitas.
7. Manfaatkan Direktori Bisnis Lokal
Daftarkan bisnismu di direktori bisnis berkualitas seperti Google Business Profile, Yellow Pages Indonesia, atau direktori industri spesifik. Minta penulis lain mencantumkan website di direktori bisnis atau konten listicle yang relevan.
Ini tidak hanya memberi backlink, tapi juga meningkatkan visibilitas bisnis lokal dan membantu customer menemukan produk atau layananmu dengan lebih mudah.
8. Press Release dan Media Outreach Lokal
Jika bisnismu punya berita layak publikasi—seperti peluncuran produk baru, pencapaian milestone tertentu, atau hasil riset menarik—kirimkan press release ke media lokal seperti Detik, Kompas, atau Tribun.
Liputan media memberikan backlink berkualitas tinggi sekaligus meningkatkan kredibilitas brand di mata customer. Gabung di forum dan website jurnalis seperti HARO untuk mendapat peluang media coverage.
Faktanya, lebih dari 73% marketer yang melakukan link building mendapat kurang dari 10 link setiap bulan. Ini menunjukkan bahwa membangun backlink berkualitas butuh waktu dan kesabaran—bukan proses instan. Konsistensi dan fokus pada kualitas lebih penting daripada mengejar kuantitas semata.
Tools untuk Cek dan Analisis Backlink
Untuk menjalankan strategi link building yang efektif, kamu perlu tools yang tepat untuk menganalisis dan memonitor backlink. Berikut adalah beberapa tools yang bisa kamu gunakan:
Ahrefs: Tool Paling Comprehensive
Ahrefs adalah salah satu tool backlink paling powerful dan comprehensive yang tersedia saat ini. Ahrefs menyediakan informasi lengkap tentang profil link website, jumlah domain unik, backlink yang didapat atau hilang, dan estimasi traffic organik.
Ahrefs menggunakan dua metrik penting untuk mengukur kualitas backlink:
- UR (URL Rating): Profil backlink untuk satu URL dengan skala 0-100, menunjukkan kemungkinan URL tersebut mendapat ranking tinggi di Google.
- DR (Domain Rating): Menunjukkan seberapa kuat profil backlink suatu domain secara keseluruhan dengan skala 0-100.
Contohnya, Wikipedia Indonesia memiliki UR 47 dan DR 92, dengan 109 juta backlink dari 460 ribu+ domain eksternal. Ini menjelaskan kenapa hampir semua halaman Wikipedia mudah ranking di posisi teratas Google.
Google Search Console: Tool Gratis dari Google
Google Search Console adalah tool gratis yang disediakan Google untuk monitor backlink yang mengarah ke websitemu. Meskipun tidak secomprehensive Ahrefs, Google Search Console tetap sangat berguna untuk melihat backlink mana yang Google index dan domain mana saja yang link ke situsmu.
Kamu bisa mengakses data backlink di menu “Links” pada Google Search Console. Di sana kamu bisa melihat top linking sites, top linking pages, dan anchor text yang digunakan untuk link ke websitemu.
Alternative Tools Lainnya
Selain Ahrefs dan Google Search Console, ada beberapa alternative tools yang bisa kamu gunakan:
- Moz: Menggunakan metrik Domain Authority (DA) dan Page Authority (PA) untuk mengukur kualitas backlink. Situs dengan DA tinggi seperti Detik.com memiliki skor DA 93, PA 80, dan DR 88.
- SEMrush: Tool all-in-one yang juga menyediakan fitur backlink analysis lengkap dengan kompetitor comparison dan historical data.
- Ubersuggest: Versi lebih affordable dengan fitur backlink checker yang cukup baik untuk pemula atau pemilik bisnis kecil.
Beberapa metrik penting yang perlu kamu pahami saat menganalisis backlink:
- Domain Authority (DA): Skor 0-100 yang memprediksi kemampuan ranking domain di mesin pencari.
- Page Authority (PA): Skor 0-100 untuk individual page.
- Domain Rating (DR): Metrik Ahrefs untuk kekuatan backlink profile domain.
- URL Rating (UR): Metrik Ahrefs untuk individual URL.
Dengan tools ini, kamu bisa menganalisis profil backlink kompetitor, menemukan peluang link building baru, dan memonitor perkembangan backlink websitemu dari waktu ke waktu.
Kesalahan Umum dalam Link Building
Banyak pemula yang terjebak dalam praktik link building yang salah dan justru merugikan website mereka. Berikut adalah kesalahan umum yang harus kamu hindari:
- Spam Komentar di Blog: Meninggalkan komentar spam dengan link di ratusan blog adalah taktik usang yang tidak efektif dan bisa merusak reputasi brand.
- Backlink dari Website Tidak Relevan: Backlink dari website yang tidak ada hubungannya dengan niche-mu tidak memberi nilai dan bahkan bisa mencurigakan di mata Google.
- Terlalu Fokus Kuantitas, Bukan Kualitas: Faktanya, 93,8% marketer percaya kualitas lebih penting daripada kuantitas untuk backlink. Satu backlink dari website otoritatif seperti Kompas.com lebih berharga daripada ratusan backlink dari website spam.
- Link Exchange Berlebihan: Tukar-menukar link secara berlebihan dengan banyak website (link exchange scheme) adalah praktik yang tidak disukai Google dan bisa dianggap manipulatif.
- Anchor Text Over-Optimization: Menggunakan exact match keyword sebagai anchor text terlalu sering bisa terlihat manipulatif. Variasikan anchor text dengan natural dan branded anchor.
- Mengabaikan Link Root Domain: Sebanyak apa pun backlink dari satu domain yang sama tetap dihitung sebagai 1 backlink dalam hal diversifikasi. Lebih baik fokus mendapat backlink dari banyak domain berbeda.
Google menganggap link scheme, direktori berkualitas rendah, dan forum spam sebagai taktik manipulatif. Fokus pada strategi white hat SEO yang sustainable dan aman untuk jangka panjang.
FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana cara kerja backlink?
Backlink bekerja dengan memberi sinyal ke Google bahwa kontenmu berharga dan relevan. Saat Google melakukan crawling website yang punya backlink ke situsmu, mesin pencari akan menganalisis link tersebut dan menilai kredibilitas kontenmu. Semakin banyak backlink berkualitas, semakin tinggi otoritas websitemu di mata Google.
Berapa banyak backlink yang dibutuhkan untuk ranking di halaman pertama Google?
Tidak ada jumlah pasti, karena kualitas lebih penting dari kuantitas. Halaman ranking #1 di Google rata-rata punya 3,8 kali lebih banyak backlink daripada posisi #2-10. Hampir 100% situs di top 10 memiliki lebih dari 100 unique domains yang link ke mereka. Fokus pada backlink berkualitas dari situs otoritatif.
Apa perbedaan backlink dofollow dan nofollow?
Dofollow backlink mentransfer authority dari website asal ke website tujuan dan membantu SEO. Nofollow backlink memiliki tag rel=”nofollow” yang tidak mentransfer authority SEO. Meski nofollow tidak langsung meningkatkan ranking, tetap berguna untuk mendatangkan traffic dan brand awareness. Gunakan nofollow untuk link sponsor atau tidak relevan.
Apakah backlink dari media sosial membantu SEO?
Backlink dari media sosial umumnya nofollow, sehingga tidak langsung membantu ranking SEO. Namun, media sosial tetap efektif untuk menyebarkan link websitemu secara natural, meningkatkan brand awareness, dan mendatangkan referral traffic yang bisa berujung pada backlink natural dari website lain.
Bagaimana cara mengecek backlink websiteku?
Gunakan tools seperti Ahrefs, Google Search Console, atau Moz. Google Search Console gratis dan bisa monitor backlink yang mengarah ke situsmu. Ahrefs lebih comprehensive dengan metrik DR (Domain Rating) dan UR (URL Rating). Tools ini menunjukkan jumlah backlink, domain unik, dan kualitas backlink yang kamu terima.
Apakah backlink .edu atau .gov lebih baik?
Backlink dari domain .edu (pendidikan) dan .gov (pemerintah) tidak otomatis lebih baik. Google tidak memberikan preferensi khusus berdasarkan ekstensi domain. Yang penting adalah otoritas dan relevansi website pemberi backlink. Namun, website .edu dan .gov biasanya punya konten berkualitas tinggi dan otoritas kuat, sehingga backlinknya bernilai.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melihat hasil dari link building?
Hasil link building biasanya terlihat dalam 3-6 bulan, tergantung kompetisi keyword dan otoritas websitemu saat ini. Google perlu waktu untuk crawl, index, dan mengevaluasi backlink baru. Proses ini tidak instan—lebih dari 73% marketer mendapat kurang dari 10 link per bulan. Konsistensi adalah kunci.


